Home / Pendidikan / Cara Membuat Proposal Usaha Dan Proposal Kegiatan

Cara Membuat Proposal Usaha Dan Proposal Kegiatan

by Rodadunia
Cara membuat proposal

Cara membuat proposal yang benar mungkin bagi sebagian orang tidak terlalu sulit tetapi bagi mereka yang tidak terbiasa membuat proposal apalagi tidak pernah sama sekali tentu bukan perkara mudah. Dalam membuat proposal ada sistematika penulisan yang mesti kita ikuti dan sistematika dalam penulisan proposal bergantung dari jenis proposal apa yang akan anda buat, sebagai contoh adalah antara proposal kegiatan dengan proposal usaha memiliki sistematika penulisan yang berbeda meskipun secara garis besar dari kedua jenis proposal tersebut ada kesamaan.

Baca juga: Contoh Proposal Pengajuan Bantuan Dana

Cara Membuat Proposal Usaha

Secara umum dalam membuat proposal usaha harus mencakup hal-hal sebagai berikut

1. Uraian usaha – Mencakup tentang

  • Latar belakang perusahaan
  • Prospek perusahaan
  • Hambatan yang dihadapi
  • Pemecahan masalah usaha

2. Produk – Mencakup tentang

  • Bentuk
  • Jenis
  • Kegunaan

3. Lokasi
4. Pasar & Segmen pasar
5. Persaingan – Mencakup tentang

  • Jumlah pesaing yang dihadapi
  • Strategi yang digunakan dalam menghadapi pesaing

6. Laporan keuangan – mencakup tentang

  • Neraca
  • Laba & rugi
  • Sumber modal

7. Sumber daya Manusia

  • Jumlah karyawan
  • Latar belakang pendidikan karyawan

8. Anggaran

Cara Membuat Proposal Kegiatan

Sistematika penulisan dalam proposal kegiatan sebagai berikut

1. Pendahuluan – mencakup tentang latar belakang dilaksanakan kegiatan tersebut
2. Dasar pemikiran/landasan pemikiran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut
3. Tujuan
4. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis kegiatan

  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut misalnya seminar, pelatihan, pementasan, diskusi dan lain-lain
  • Menjelaskan rangkain kegiatan jika terdapat lebih dari satu kegiatan

6. Sasaran/peserta – menjelaskan objek atau siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut
7. Waktu & tempat pelaksanaan
8. Anggaran dana – menjelaskan total pemasukan & pengeluaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut
9. Susunan panitia
10. Penutup

Sistematika atau struktur penulisan proposal tidak bersifat baku seperti yang sudah saya uraikan di atas. Banyak proposal yang kita jumpai lebih sederhana dari uraian di atas dan ada juga yang jauh lebih detail karena masing-masing proposal sangat bergantung dengan kondisi yang sebenarnya, saya ambil contoh adalah proposal usaha. proposal usaha yang bergerak di bidang industri skala besar dengan jumlah karyawan ratusan orang tentu berbeda dengan proposal usaha skala rumah tangga yang yang hanya butuh karyawan 2-3 orang.

Related Articles